Salut Banget Cing 7 Film Indonesia Ini Tembus Level Dunia
Sudah sepatutnya
kita bangga guys, dalam menonton film bangsa sendiri.
Selamat
sore Geeks ketemu lagi sama ZonaPop nih, kenapa ane ngucapinnya selamat sore?,
yaa karena pas penulis bikin artikel ini memang pas sore sore.
Oke dalam
pembahasan kali ini, ane mau ngasih informasi ringan buat kalian para penggemar
Movies terutama untuk film-film lokal, karena disini ane bakal ngasih tahu
Film-film lokal apa aja sih yang udah sampe Go Internasional.
Sebenernya
udah banyak sih film Indonesia yang udah go Internasional, tapi disini ZonaPop
cuma bakal ngasih 7 list film lokal yang sudah Go Internasional,
dan siapa aja Film Film tersebut...cekidot dah dibawah ini.
1. Rumah Dara
Film yang
memiliki judul Macabre untuk rilis Internasionalnya ini, disutradarai oleh Kimo
Stamboel dan Timo Jahjanto alias duet Mo-Brother dan dirilis
pada tahun 2010.
Tapi
sebelumnya film ini sempat dirilis terlebih dulu di Festival-Festival film
dunia pada tahun 2007 lewat film pendek berjudul Dara, yang
menjadi bagian dari film antologi berjudul Takut; Faces Of Fears.Film
ini juga salah satu film yang paling banyak mendapatkan kesempatan untuk tampil
di berbagai festival film dunia seperti L.A.Scream Fest Festival, NYC Horor
Festival, Jakarta Internasional Film Festival, dan masih banyak lagi.
Film
Rumah Dara ini juga merupakan penampilan perdana bagi Julie Estelle yang
sebelumnya selalu tampil" kalem" dan Mellow di beberapa peran
filmnya.
Dan film
ini berkutat tentang sekelompok orang yang tanpa sengaja terjebak di tengah
jalan dan terpaksa harus bermalam di rumah bergaya Kolonial Belanda yang dihuni
oleh sebuah keluarga dengan kepala keluarga mereka seorang wanita yang
misterius bernama Dara( Shareefa Danish ),dan siapa sangka dibalik kehangatan
keluarga tersebut, ternyata ada niat terselubung yang sedang direncanakan oleh
mereka, yaitu menjagal orang orang tersebut hidup hidup.
2. The Raid
Sebenernya
film ini tidak bisa dibilang 100% buatan anak bangsa, karena sang sutradara
sendiri Gareth Evans jelas jelas adalah seorang berkebangsaan asing yaitu
Inggris.
Tapi
karena staff produksi sampai aktornya dan setting lokasinya adalah di Indonesia
jadi bolehlah kalau kita anggap film ini buatan anak negeri juga walau
sutradaranya adalah orang asing.
Film
bergenre Action laga yang mengedepankan style pencak silat ini, berkisah
tentang penyerbuan sekelompok anggota elit Polisi yang dipimpin oleh sersan
Jaka( Joe Taslim ) dan juga bawahannya yang paling menonjol diantara yang
lainnya yaitu Rama( Iko Uwais ) untuk menyerbu sekelompok terorist dan kartel
Narkoba yang mendiami sebuah apartement yang sudah terbengkalai di pinggiran
kota Jakarta.
Sebelum
benar benar dirilis di bioskop bioskop Indonesia pada tahun 2012, film ini
sudah banyak dipertunjukan di festival festival film Dunia seperti Toronto film
festival 2011, Festival Film Dublin Jamesson, Festival Film Sundance,South By
Southwest dan masih banyak lagi lainnya bahkan film ini sampai mendapatkan
penghargaan The Cadillac people choice Midnight Madness Award, pada
saat event Toronto film festival pada 2011 silam.
Film yang
diangkat dari novel silat karya Bastian Tito dan sempat populer pada era 80 an
ini, kembali diangkat ke dalam film tepatnya layar lebar setelah sebelumnya TV seriesnya
sempat populer juga pada akhir 90 an.
Dan untuk
film versi layar lebarnya ini berkisah tentang perjalanan Wiro( Vino Bastian )
yang diberi amanat oleh gurunya, seorang pendekar sakti misterius yang bernama
Sinto Gendeng untuk meringkus mantan muridnya Mahesa Birawa( Yayan Ruhian )
yang telah berkhianat dan telah banyak membuat kekacauan di seluruh nusantara.
Film ini
juga merupakan film pertama rumah produksi dalam negeri yang bekerjasama dengan
rumah produksi dari Hollywood yaitu 20Th Century Fox, dan ini
juga merupakan salah satu bukti juga jika sineas lokal mulai dipercaya oleh
sineas asing jika kualitas mereka sangat sepadan dan tidak kalah dengan sineas
luar terutama Hollywood yang umumnya industri perfilman mereka lebih maju, dan
ini terbukti juga pada saat film ini menyita perhatian penonton pada event International
Film Festival & Award In Macau 2018.
4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
Film yang
disutradarai oleh Mouli Surya ini sedikit unik karena berkisah tentang seorang
wanita yang bernama Marlina( Marsha Timothy ), yang menuntut keadilan akan
kehormatannya yang sudah direnggut oleh sekelompok perampok yang diketuai oleh
seorang pria bernama Markus.
Dan
disaat ada kesempatan pada keesokan malamnya, dengan dipenuhi dendam yang
membara, Marlina menebas kepala sang ketua perampok dan berhasil kabur sambil
menenteng nenteng kepala sang ketua perampok tersebut. Dan semuanya itu di
narasikan dalam 4 babak yang menarik soal perjalanan panjang marlina dalam
mencari keadilan sambil ia meneteng kepala sang ketua perampok yang telah
merenggut harga dirinya.
Film yang
memiliki kisah yang sedikit menyentil akan kehidupan masyarakat Indonesia
terutama sekali yang hidup di daerah pelosok Padang Sabana di Sumatera Barat
ini, sudah ditayangkan oleh 18 negara di dunia diantaranya yaitu Amerika
Serikat, Kanada, Kawasan Eropa, dan wilayah Asia Tenggara. Bahkan film ini
sampai mendapatkan penghargaan Snow Leopard Special Jury Award di
acara Asian World Film Festival 2018 di California Amerika Serikat.
Baca Juga
- 7 Sineas Film Indonesia Yang Sudah Masuk Level Dunia
- Ini Dia 11 Aktor Yang Melakukan Improvisasi Spontan Di Film Mereka
5. Pengabdi Setan
Film
yang merupakan reboot dari film Horor klasik pada tahun 1982 ini ternyata masih
relevan untuk menakut nakuti kaum Millenials pada era sekarang ini, karena ini
terbukti dari jumlah raihan penontonnya yang telah menembus 4.100.486
orang.
Dan ini
juga merupakan pembuktian dari seorang Joko Anwar sebagai sutradara film ini,
yang menepis anggapan jika film Horor lokal tidak akan mampu bersaing dengan
film Drama atau Romance dalam menggaet jumlah penonton.
Dan
saking suksesnya di tanah air, Pengabdi Setan akhirnya tayang juga di beberapa
negara seperti Singapura, Malaysia, Amerika, Jepang, dan total 42 negara telah
menayangkan film ini dan semuanya mendapatkan sambutan yang sangat
positif.
Film ini
bercerita tentang sebuah keluarga yang memiliki seorang Ibu yang telah mengidap
penyakit yang aneh selama beberapa tahun, hingga akhirnya sang ibu telah
meninggal dan pada malam esoknya sang ibu bangkit kembali dari kematiannya
untuk membawa salah satu dari anaknya untuk ikut bersamanya dan ini semua
berkaitan dengan masa lalu sang ibu yang kelam dan berhubungan dengan suatu
kelompok misterius.
6. Sebelum Iblis Menjemput
Film yang
mempunyai judul versi Inggris May The Devil Take You ini
adalah film horor ketiga yang diarahkan oleh sutradara Timo Tjahjanto, setelah
sebelumnya ia dan partner in crimenya yaitu Kimo Stamboel bersama sama
menyutradarai film Horor slasher Dara( 2008 ) dan Rumah Dara( 2010 ).
Film ini
bisa dibilang sebagai Evil Deadnya Indonesia karena dalam film ini kalian akan
banyak menjumpai adegan adegan yang sangat menjijikan selain Horor yang
mencekam tentunya, dan memang sang sutradara pun mengakui dalam
menggarap film ini dia terinspirasi dari film Horor klasik tersebut.
Film ini berkisah tentang seorang wanita muda yang bernama Alfie( Chelsea Islan
) yang tiba tiba dihubungi oleh saudara tirinya yang bernama Maya( Pevita
Pearce ), yang memberitahukan jika Ayah mereka sedang sakit dan mengidap suatu
penyakit yang misterius. Dan ternyata semua ini berkaitan dengan masa lalu sang
Ayah yang pernah membuat perjanjian dengan seorang Iblis, dan kini sang Iblis pun
telah terbangun kembali dan siap meneror keluarga sang Ayah termasuk
Alfie.
Kepopuleran
Film yang sudah menembus satu juta penonton lebih di tanah air ini, sudah
ditayangkan juga di beberapa festival film dunia seperti salah satu contohnya
di Fantastic Film Festival di Texas. Dan film ini sempat ditayangkan juga di
negara tetangga Malaysia dan mendapat sambutan yang sangat positif sekali di
sana, dan ini akhirnya membuat Netflix pun tak ragu lagi membeli hak cipta film
ini untuk bisa ditayangkan di saluran Streaming mereka.
7. The Night Come For Us
Film yang
rilis tahun 2018 kemarin ini, berkisah tentang penebusan dosa dari seorang
mantan pemburu bayaran yang bernama Ito( Joe Taslim )
Ini
merupakan Film orisinal pertama di Netflix yang digarap oleh sineas tanah air
dan film ini disutradarai oleh sineas tanah air spesialis film film action dan
horor dengan tingkat Gore yang lumayan banyak, siapa lagi jika bukan Timo
Tjahjanto.
Dan ini
juga merupakan bukti satu lagi akan kehebatan sineas Indonesia dalam menggarap
film berstandar Internasional hingga akhirnya Netflix tidak segan
menggelontorkan modal hingga jutaan dollar untuk menggarap film action laga
yang kental dengan Gore dan umpatan yang sedikit berlebihan
ini.
Bahkan
film ini sampai mendapat sambutan yang sangat positif dan cukup meriah pada
saat diputar di Event Fantastic Film Festival di Austin, Texas. Sampai sampai
salah satu pemainnya Joe Taslim mendapat sanjungan dari sutradara film Deadpool
yaitu Tim Miller, dan ia pun sangat tertarik andai Joe bisa bergabung pada
proyek film Daedpool 3 nantinya.








Hanya 25ribu Bisa Dapat Puluhan Juta Rupiah
ReplyDeleteTunggu apalagi? segera bergabung dan Bermain Bersama kami di DNDPOKER
untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi kami di www.dndwin.com